Cara Kerja Otot Tubuh Yang Tidak Kita Sadari dan Kamu Wajib Tahu

Berikut kita akan membahas seputar Cara Kerja Otot Tubuh Yang Tidak Kita Sadari dan Kamu Wajib Tahu. Dalam pembahasan ini, Sebenarnya ontraksi otot terjadi karena adanya perintah atau rangsangan. Untuk menggerakan otot biasanya diperlukan suatu rangkaian rangsangan yang diterima secara berurutan.

Cara Kerja Otot Tubuh Yang Tidak Kita Sadari dan Kamu Wajib Tahu
Cara Kerja Otot Tubuh Yang Tidak Kita Sadari dan Kamu Wajib Tahu

Bagaimanakah Cara Kerja Otot Tubuh terhadap ransangan sehingga terjadi ketengangan?

Rangsangan pertama akan diterima dan diperkuat oleh rangsangan kedua,rangsangan kedua lalu diperkuat oleh rangsangan ketiga, dan begitu seterusnya. Maka dengan demikian akan terjadi yang namanya tonus atau berupa ketegangan yang maksimum. Rangsangan yang diberikan akan menimbulkan sebuah potensi aksi dimana akan menghasilkan kontraksi otot tunggal pada serabut otot.

Jika setelah berkontraksi otot tersebut mencapai relaksasi penuh, kemudian potensi aksi kedua diberikan maka akan terjadi kontraksi tunggal yang kekuatanya sama dengan kontraksi yang pertama tadi. Jika potensi aksi yang kedua diberikan saat otot belum mencapai relaksasi penuh dari relaksasi pertama akan terjadi kontraksi tambahan pada puncak kontraksi pertama. Ini dinamakan penjumlahan kontraksi.

Bila otot diberikan rangsangan yang sangat cepat, teteapi masih ada relaksasi diantara dua rangsangan, akan terjadi keadaan yang dinamakan tetanus tidak sempurna. Jika tidak ada kesempatan relaksasi diantara kedua rangsangan, akan terjadi kontraksi dengan kekuantan maksimum yang disebut tetanus sempurna.

Apa saja Komponen Cara Kerja Otot Tubuh?

Dalam sistem mekanisme kerja otot, ada beberapa komponen yang berperan dalam kontraksi otot yakni seperti duat set filamen, yaitu dimana filamen aktin yang tipis dan filamen miosin yang tebal. Kedua jenis filamen tersebut menyusun sebuah srabut otot. Setiap serabut otot diatur sebagai ikatan unit kontraktil yang disebut sarkomer.

Nah, Sarkomer ini yang membuat penampakan bergaris atau lurik pada otot rangka atau otot jantung. Sarkomer terdiri dari beberapa daerah. Ujung tiap sarkomer disebut garis Z; terdapat daerah gelap yang disebut daerah A yang hanya terdiri dari filamen miosin, berselang seling dengan daerah terang yang disebut daerah I yang hanya terdiri dari aktin; ditepi daerah A filamin aktin dan miosin saling tumpang tindih; sedangkan daerah tengah hanya terdiri dari miosin yang terdiri dari zona H; filamen aktin terikat; filamen miosin terikat pada garis M di bagian tengah sarkomer.

Saat kontraksi filamen aktin bergeser di antara miosin kedalam zona H, Sehingga serabut otot memendek. Panjang pita A tetap, sedangkan pita I dan zona H menjadi lebih pendek. Filamen tebal otot terdiri dari beberapa ribu miosin yang tersusun secara pararel. Ujung miosin mengikat ATP kemudian mengubahnya menjadi ADP, melepaskan beberapa energi ke miosin yang kemudian berubah bentuk menjadi konfigurasi energi tinggi.

Miosin berenergi tinggi tersebut berikatan dengan aktin dengan kedudukan tertentu yang akan membentuk jembatan silau. Lalu energi yang terdapat pada miosin dilepaskan, dari ujung miosin beristirahat dengan energi rendah. Keadaan inilah yang dinamakan relaksasi. Relaksasi tersebut, mengubah sudut perlekatan yang sebelumnya ada di ujung miosin menjadi di ekor miosin. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin akan terpecah saat molekul ATP baru bergabung dengan ujung miosin. Kemudian proses kontraksi akan terjadi lagi berulang membentuk siklus.

Sekian penjelasan dari saya tentang mekanisme kerja otot. Kunjungi terus blog kami dan temukan info-info menarik lainya yang kami berikan.